Geruduk Gedung Rektorat UNRI, Berikut 5 Tuntutan Mahasiswa

Geruduk Gedung Rektorat UNRI, Berikut 5 Tuntutan Mahasiswa

"UKT untuk kalangan tinggi, UNRI Berkabung"

SUARAHEBAT.CO.ID | PEKANBARU -- Ribuan mahasiswa geruduk Gedung Rektorat Universitas Riau, sejak pagi hari. Aksi ini dipicu oleh naiknya besaran Uang Kuliah Tinggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI), Selasa (14/5/2024).

Perubahan kebijakan tersebut dinilai sangat memberatkan orang tua mahasiswa.

Menteri Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa BEM UNRI, Rialdy menyebutkan aksi ini sebagai bentuk protes dan penolakan mahasiswa Universitas Riau terhadap Otoriterasi Pimpinan Rektorat Universitas Riau.

"Rentetan peristiwa beruntun belakangan ini menunjukkan arogansi Pimpinan Rektorat Universitas Riau. Penikaman pendidikan dengan lonjakan UKT yang ugal-ugalan adalah bukti bahwa mahasiswa ekonomi rendah dilarang berkuliah di Kampus Biru Langit yang terkesan hanya untuk kalangan elit semata," kata Rialdy.

Pihaknya juga memberikan waktu kepada Rektor Universitas Riau, Sri Indarti untuk merespon tuntutan mahasiswa. Pihaknya memberikan waktu 1x24 jam.

"Jika tidak, maka mahasiswa Universitas Riau akan turun dengan jumlah yang lebih banyak," katanya.

Adapun yang menjadi tuntutan mahasiswa Universitas Riau, yakni:

1. Menuntut dan mendesak Rektor Universitas Riau mencabut putusan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun 2024 dan mengembalikan kepada peraturan sebelumnya.

2. Menuntut dan mendesak Rektor Universitas Riau untuk menjamin kebebasan berpendapat mahasiswa Universitas Riau

3. Menuntut dan mendesak Rektor Universitas Riau mencabut kembali kebijakan terkait penerapan Iuran Pengembangan Institusi (IPI)

4. Menuntut dan mendesak Rektor Universitas Riau untuk melakukan transparansi dalam proses penentuan nominal Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI)

5. Menuntut dan mendesak Rektor Universitas Riau memperbaiki sistem digital penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada website pendaftaran ulang mahasiswa baru.

Terlihat juga, masa berjalan menuju kantor Rektorat Unri sambil membawa spanduk dengan berbagai tulisan "UKT untuk kalangan tinggi", UNRI Berkabung".

"Kami menyampaikan aspirasi secara baik-baik, kami ingin Rektor hadir ditengah-tengah mahasiswa, kami ingin menyampaikan segala permasalahan yang ada, yang sama-sama hari ini kita rasakan, banyak kritik, aspirasi yang dilarang. Kami ingin menyampaikan aspirasi kami secara baik. Kami ingin Rektor mencabut keputusan terkait kenaikan UKT," teriak mahasiswa aksi unjuk rasa.

Informasi yang diterima, bahwa Rektor Universitas Riau (Unri) Prof Sri Indarti, akhirnya menemui mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Rektorat UNRI pada siang hari namun para mahasiswa merasa kurang puas dengan jawaban yang disampaikan dan ingin mengajak kembali Rektor Unri untuk berdiskusi.

Dihadapan ratusan mahasiswa, Prof Sri Indarti menyampaikan bahwa telah mendengarkan semua tentang tuntutan-tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.

Terkait tuntutan-tuntutan tersebut, Prof Sri Indarti mengatakan, sudah dijelaskan bahwa yang menjadi topik adalah UKT dan IPI. Proses UKT dan IPI sudah melalui proses dan prosedur yang telah dilakukan melalui Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Hasil pantauan awak media, usai menemui mahasiswa, Rektor Unri Prof Sri Indarti pun kembali memasuki gedung meskipun mahasiswa masih tetap bertahan.***

Komentar Via Facebook :