Disinyalir Oknum Kepala SMAN 1 Tebing Tinggi Mark up Anggaran Dana BOS TA. 2020-2021

Disinyalir Oknum Kepala SMAN 1 Tebing Tinggi Mark up Anggaran Dana BOS TA. 2020-2021

Ilustrasi

SUARAHEBAT.CO.ID | MERANTI -- Ironis memang, ditengah semangat Pemerintah menciptakan pendidikan yang berkulitas dan transparan masih saja ada oknum yang melakukan perbuatan culas dengan melakukan perbuatan menyimpang terhadap dana BOS yang seharusnya untuk kemajuan sekolah.

Kepala SMAN 1 Tebing Tinggi Kabupaten Meranti diduga kuat korupsi anggaran dana bantuan operasional sekolah (BOS) pada beberapa item kegiatan anggaran tahun 2020.

Pasalnya, dari sejumlah komponen pembiayaan dana BOS di SMA tersebut ditemukan adanya indikasi Mark-Up (memperbanyak/memperbesar) mata anggaran pada laporan penggunaan dana BOS.

Sumber mengungkapkan kepada awak media suarahebat.co.id, pihak SMAN 1 Tebing Tinggi dalam pengelolaan dana BOS diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis), sehingga terkesan hanya menjadi prioritas sekolah untuk “mengeruk” anggaran tersebut.

“Hampir setiap penggunaan dana untuk setiap pembelian kebutuhan sekolah diduga kuat tidak diyakini kebenarannya. Bahkan terdapat sejumlah laporan pembelanjaan fiktif,” ungkap sumber kepada Wartawan media ini.

Sumber juga mengaku bingung dengan anggaran dana BOS yang dikucurkan 3 tahap dengan total sebesar Rp. 1.162.050.000 (Satu Miliyar Seratus Enam Puluh Dua Juta Lima Puluh Ribu Rupiah) pasalnya pemerintah tengah menerapkan pembelanjaran secara daring/online dikarenakan meningkatnya Pandemi covid-19.

"Heran saya pak, Tahun 2020 kan Pandemi Covid-19 dan anak-anak sekolah juga Daring di rumah, dikemanain anggaran dana BOS sebesar itu?.’ungkapnya.

Lebih lanjut sumber juga mengungkapkan, penggunaan dana BOS pada sejumlah komponen lainnya juga terkesan banyak menyimpang. Seperti pada rincian sebagai berikut:
Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah triwulan I Rp 61 juta, Triwulan III Rp 56 juta.

Kemudian ada juga pengembangan perpustakaan pihak sekolah telah menggelontorkan anggaran sebesar 233 juta, urai sumber.

Untuk diketahui, berikut rincian jumlah dana BOS yang digulirkan pemerintah pusat ke SMAN 1 Tebing Tinggi, kabupaten Meranti sebagai berikut ; pada tahun 2020 ;
1. tahap I Rp 350.100.000
2. tahap II Rp 466.800.000
3. tahap III 345.150.000

Berdasarkan keterangan dan informasi di atas, banyak kalangan masyarakat menilai, bahwa Oknum Kepala SMAN 1 Tebing Tinggi diduga telah melakukan penyimpangan/pelanggaran (KKN) secara sengaja dalam pelaksanaan realisasi dana BOS tahun 2020.

Diharapkan aparat penegak hukum bisa segera turun tangan melakukan tindakan kroscek realisasi RKAS. Sebab, dikhawatirkan anggaran yang diperuntukkan membenahi pendidikan mulai dari sarana dan prasarana, biaya bagi yang tidak mampu, dan pembelajaran/ekstrakulikuler serta lain sejenisnya, lambat laun akan masuk ke kantong-kantong pemburu uang negara.

Jangan sampai korupsi mengancam dunia pendidikan. Dampak besar akan timbul jika lembaga pendidikan dibumbui oleh perilaku culas seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), jangan harap generasi penerus bangsa akan berkembang dan beriklim cerdas.

Menanggapi informasi diatas, wartawan media ini mencoba mengkonfirmasi langsung ke Kepala SMAN 1 Tebing Tinggi melalui pesan WhatsApp +62 811-70xx-xxx, namun diblokir.*jhn

Komentar Via Facebook :