Diduga Praktik pungli Ijazah Paket C terungkap, Oknum PNS Boltim terancam dipecat

Diduga Praktik pungli Ijazah Paket C terungkap, Oknum PNS Boltim terancam dipecat

SUARAHEBAT.CO.ID | BOLTIM -- Kepala BKPSDM Boltim, Moh Rezhah Mamonto saat memberikan keterangan kepada awak media SuaraHebat.co.id soal oknum PNS yang diduga pungli.

Boltim, Suarahebat.co.id  -- Salah satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), berinisial AT, terancam sanksi maksimal disiplin PNS.

AT diduga terlibat praktik pungli kepada para peserta kesetaraan di SKB Tutuyan seperti yang di beritakan oleh sejumlah awak media.

Parahnya lagi, dugaan praktik pungli tersebut bukan pertama kali ini dia lakukan.

Sebelumnya, AT pernah menjalani sanksi pembinaan atas praktik pungli serupa.

Berdasarkan hasil penyelidikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat, AT mengaku menerima sejumlah uang dari para peserta kesetaraan di SKB Tutuyan dengan dalih ‘kesepakatan bersama’.

Namun, hal tersebut terbantahkan setelah BKPSDM meminta keterangan dari beberapa peserta kesetaraan Paket B dan Paket C di SKB tersebut.

"Kami sudah panggil dan lakukan pemeriksaan, memang yang bersangkutan mengakui," kata Kepala BKPSDM Boltim, Moh. Rezhah Mamonto, melalui via telepon oleh jurnalis Aksaranews, Suarahebat Dan Seputarboltim, Kamis (11/11/2021) sore.

Fakta lain yang diperoleh BKPSDM, praktik pungli di SKB Tutuyan tidak hanya melibatkan AT saja. Kepala SKB Tutuyan berinisal DG juga ditenggarai turut terlibat dalam dugaan praktik kotor yang mencoreng citra Pemkab Boltim tersebut.

"Tapi disitu bukan hanya dia, bisa saja dengan Kepala SKB, begitu pengakuannya (AT)," tambah Rezhah.

Dijelaskan, proses hukum kepada AT sedang berjalan. AT, menurut Rezha, terancam sanksi berat berupa pemberhentian dari PNS.

"Karena sudah dua kali ini terjadi yang berdampak negatif bagi Pemerintah daerah karena Pungli, sanki diberhentikan," tegas Rezhah.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boltim, Yusri Damopolii, juga membenarkan, bahwa pihaknya telah tiga kali melakukan pembinaan kepada AT dengan kasus yang sama.

Namun ternyata pembinaan yang dilakukan tidak memberikan efek jera kepada yang bersangkutan.

"Kita serahkan sepenuhnya ke BKPSDM untuk proses sanksi disiplin," ujar Yusri Damopolii yang di kutip dari Aksaranews.

(Dons)

Komentar Via Facebook :