Jika Tidak Terbukti Korupsi Dana Covid -19, Akan Tuntut Balik Dengan Pencemaran Nama Baik

Jika Tidak Terbukti Korupsi Dana Covid -19, Akan Tuntut Balik Dengan Pencemaran Nama Baik

Foto Suhandri SE.MM

SuaraHebat.co.id, Sumbar - Adanya isu dicopotnya, Kepala Badan Penggelola Keuangan dan Aset Daerah, Suhandri, SE.MM ketika dihubungi wartawan suara hebat Indonesia, senin 29 Maret 2021 melalui telepon selularnya, ia membantah semua tuduhan padanya, saat ini statsus saya terlapor dengan nomor R/LI-11/X/2020/RESKRIM, tanggal 1 oktober 2020, dapat saya jelaskan bahwa saya tidak pernah berbuat korupsi selama berdinas, apalagi melakukan korupsi dana covid- 19 tahun 2019 maupun tahun 2020, jika saya tidak baik dalam menata keuangan daerah selama memimpin OPD Badan pengelola Keuangan Daerah, tentunya pimpinan daerah kita selama ini tidak percaya kepada saya sebab lainnya LHP BPK RI tahun 2019 dan tahun 2020 tidak ada temuan yang melibatkan nama saya dan OPD yang saya pimpin.


Jadi Ini tuduhan aneh dan tidak berprikemanusian sama sekali, sebagai mana yang dilaporkan oleh pihak tertentu kepada pihak kepolisian, bahwa saya dilaporkan korupsi dana Covid- 19 tahun 2019 dan tahun 2020, jangankan untuk melakukan korupsi, untuk berniat korupsi saja dengan dana  Covid- 19 lalu tahun 2019 dan tahun 2020 itu, tidak pernah ada terlintas dibenak dan dalam pikiran saya, sebab buktinya, saya tidak pernah membelanjakan langsung dana covid- 19 itu.


“Jika benar ada saudara punya bukti fisik bahwa saya ikut terlibat korupsi silahkan lihatkan pada pak polisi itu dan hukum lah saya yang seberat beratnya, jika nanti ada ditemukan bukti dan saya terbukti terlibat melakukan  korupsi atas  dana covid-19 itu, saya siap untuk mempertanggung jawabkannya secara jantan, baik kepada masyarakat, pemimpin daerah dan kepada tuhan yang maha esa Allah SWT, sebab saya yakin, seyakin- yakinnya,  saya tidak menerima satu rupiah pun dana covid-19, selain hal itu saya adalah penganut agama islam yang taat dan menjalankan ibadah saya, semua perintah Allah SWT saya jalankan dengan baik, dan saya juga menjahui semua larangannya,” kata Suhandri dengan suara parau terisak-isak nyaris tak terdengar.


Selain dilaporkan kepihak kepolisian, karena diduga telah melakukan korupsi, suhandri juga sudah dibebaskan tugaskan selama beberapa hari kedepan untuk mengikuti pemeriksaan yang dilakukan penyidik kepolisian bareskrim Polri dibantu Polres Pesisir selatan diKantor Polres setempat.


Suhandri membenarkan, saya memang dibebaskan dari tugas untuk sementara agar lebih fokus dengan kasus yang saya hadapi ini, pimpinan meminta saya untuk mengikuti proses pemeriksaaan oleh bareskrim Polri dimapolres Pesisir selatan, saya sudah datang diperiksa polisi dengan datang sendiri tampa ada didampingi penasehat hukum, pada hari jumat lalu namun saya tidak takut dan akan mengikuti semua yang dimintakan oleh penyidik kepolisian.


Lebih jauh Suhandri menjelaskan, untuk dana penanganan covid- 19, yang dianggarkan pada tahun 2020, oleh pemerintah Kabupaten Pesisir selatan, berjumlah Rp.42,6 miliar dengan realisasi Rp.37,65 miliar,  seharusnya pihak kepolisian dan pihak lainnya jangan melaporkan OPD Badan Penggelola Keuangan dan Aset Daerah, karena laporan itu menurutnya kurang paslah alias salah sasaran  dan akhirnya memeriksa dirinya, sebab dana covid-19 itu, OPD yang dipimpinnya tidak berhak membelanjakan uang Covid satu rupiah pun dan pasti tidak bisa, karena dana covid-19, langsung dikelola, dibelanjakan dan dimanfaatkan di OPD teknis lainnya, seperti Dinas Kesehatan Rp.1 Miliar hingga akhir tahun tidak jadi dibelanjakannya, hanya puskemas-pukesmas yang membelanjakan untuk operasional Rp.77 Juta masing-masingnya, Dinas Ketahanan Pangan untuk cadangan beras Rp.1,5 Miliar, Dinas Sat Pol PP Rp.1 Miliar, Dinas Kominfo Rp.289 juta, BPBD Pessel untuk operasional posko covid-19 Rp.1 Miliar, Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir selatan Rp.28 Miliar tambah rp.68 juta untuk operasional, Rumah Sakit Umum dr. M.Zein Painan sebesar rp.5,7 Miliar untuk operasional dan pembelian alat alat perlindungan petugas medis dan lainnya untuk pencegahan Covid19.

Sedangkan Badan penggeloa Keuangan dan Aset Daerah tidak ada satu rupiah pun mendapatkan alokasi dana covid-19 ini, padahal dalam kondisi saat itu, kami juga takut dan butuh alat pelindung diri karena melayani dibidang keuangan dan asset daerah kabupaten Pesisir selatan.


“ Artinya, kepada yang melaporkan saya akan saya laporkan balik, dan saya akan menuntut mereka sesuai hukum yang berlaku, saya akan kepadang bila perlu kejakarta mencari penasehat hukum ternama untuk mendampingi saya dalam perkara ini sebab saya tidak ahli hukum pidana, namun untuk diketahui saja menurut koordinasi saya secara langsung dengan BPK RI, dan dari hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Sumbar, bahwa OPD saya adalah OPD terbaik dalam menggelola keuangan daerah sekabupaten Pesisir selatan ini,jika saya dituduh melakukan korupsi lalu saya tidak terbukti korupsi maka saya tidak terima dan akan saya laporkan balik orang yang telah memfitnah diri saya secara kejam tersebut.
Saya dilahirkan jantan (laki-laki) oleh ibu saya, dan saya tidak akan mendur satu langkah pun, silahkan cari dan gali kesalahan saya, jika saya korupsi dan bisa dibuktikan korupsi maka saya bersedia masuk penjara namun bila saya tidak bisa dibuktikan.


Maka siap-siaplah orang yang menuduh saya itu, saya akan melakukan langkah hukum berikutnya, sebab ini Negara saya, Negara indonesia  adalah Negara hukum, jadi tukang fitnah, tukang hoax jangan coba-coba bermain-main dengan saya, tolong kepada rekan-rekan media untuk disampaikan pada orang yang telah melaporkan dan menuduh saya korupsi, bahwa kami juga orang yang beradap dan akan menjaga nama baik dengan anti KKN, anak saya, istri saya dan saya sendiri serta keluarga saya lainnya, terpukul dengan tuduhan tampa dasar ini, kami telah dipermalukan dengan laporan koruspi dana Covid-19 ini, saya akan ikuti prosedur pemeriksaan polisi dengan baik, kawan-kawan saya yang lain jangan anda takut jika tidak merasa berbuat salah. (idul fitri, SH)

Komentar Via Facebook :